Daftar Isi Di Indonesia, perayaan 1 suro menjadi hari libur nasional. Bagi masyarakat Pulau Jawa, perayaan ini harus didampingin dengan sajian 1 Suro. Selain untuk dinikmati bersama keluarga, sajian-sajian itu ternyata punya nilai filosofis yang tinggi. Akan lebih baik jika semua orang sekitar Anda dapat menikmati hidangan tersebut. Oleh karena itu berbagilah dengan warga sekitar dan gunakanlah kertas pembungkus yang terbaik untuk menyajikan ke mereka, apakah itu? Dengan demikian artikel ini akan membahas dua informasi yaitu sajian 1 suro yang sangat bermakna serta kertas bungkus yang terbaik untuk membungkus sajian tersebut. Kami mulai pembahasaannya dari aneka sajiannya. 1 (satu) Suro terjadi sekali dalam satu tahun. Dengan begitu, hidangan buburnya pun agak berbeda dari yang biasanya. Bubur yang wajib untuk disajikan saat perayaan 1 suro adalah Bubur Suro dan bubur merah putih. Bubur Suro juga disebut dengan nama Bubur Suron. Bubur ini. Bubur Suro dilambangkan sebagai harapan masyarakat Jawa saat 1 Muharram atau 1 Suro telah datang. Jadi hal yang perlu diluruskan adalah, Bubur Suro dibuat untuk dinikmati. Dengan demikian Bubur Suro bukanlah bubur yang diciptakan untuk sesajen. Sekilas tampilan Bubur Suro seperti bubur putih pada umumnya. Namun lauk pendamping yang umumnya untuk salah satu bubur hidangan saat perayaan 1 suro ini adalah opor ayam dan gambal goireng dari labu siam. Agar lebih menarik, bubur suro diberikan topping seperti tujuh macam kacang-kacangan, timun yang diiris, irisan daun bawang, dan bulir jeruk. Jenis bubur lainnya dalam sajian 1 suro adalah bubur merah putih. Bubur ini memiliki rasa yang manis dan gurih. Bubur merah adalah campuran dari gula merah sehingga rasanya cenderung manis. Sedangkan bubur putihnya diletakkan diatas bubur merah dengan cita rasa yang gurih. Setelah membuatkan bubur merah putih, sajian tersebut biasanya di bawa ke masjid untuk dinikmati bersama-sama. Selain itu, mereka juga akan membawa makanan kecill untuk pendamping. Kue ini selalu hadir sebagai sajian 1 suro. Simbol kue apem pada perayaan 1 Suro adalah untuk permohonan pemberian anugerah kepada Sang Pencipta. Kue apem terbuat dari gula, santan dan tepung beras yang kemudian di campur. Setelah itu kue apem dimasak dengan teknik pengukusan. Sebenarnya, kue apem bukanlah satu-satunya kue ringan yang di bawa saat perayaamn 1 Muharram atau 1 Suro. Ada kue ringan lain yang bisa Anda pilih untuk melengkapi hidangan saat makan bersama. Akan tetapi kue-kue tersebut adalah kue yang tergolong kue pasaran atau Nagasari. Setiap peryaan, kita pasti menemukan nasi tumpen sebagai sajian yang harus ada. Sajian ini pun juga ada saat perayaan 1 suro. Nasi tumpeng berbentuk kerucut dengan tambahan lauk-laukan di bawahnya. Lauk yang biasanya ada di sajian 1 suro ini adalah ayam goreng, samla kentang, keripik tempe, telur dadar, urap sayur, dan lain sebagainya. Nasi yang mengkerucut artinya harapan agar hidup selalu sejahtera. Selain itu, filosofi dari nasi tumpeng dapat dilihat dari warna nasi yang dipilih. Nasi warna putih pada tumpeng artinya suci. Oleh karena itu nasi tumpeng jenis ini biasanya disajikan saat acara keagamaan. Sedangkan nassi warna kuning di tumpeng berarti kesejahteraan dan kelancaran rezeki. Pengolahan ayam ini biasanya adalah ayam utuh sehingga memerlukan waktu yang cukup lama. Ayam utuh sebagai sajian 1 Suro bisa dibagikan oleh banyak orang. Dengan begitu, perayaan 1 Suro jasdi lebih bermakna ketika menikmati ayam ingkung secara bersama-sama. Ayam ingkung diolah dengan campuran aneka rempah dan santan. Campuran ini menghasilakn rasa ayam yanglembut dan gurih. Rasa itu pun juga dibantu dari cara pengolahannya yang cukup lama. Ayam ingkung akan lebih nikmat jika dinikmati dengan menggunakan nasi kuning dan atau nasi putih gurih atau nasi uduk. *gambar aneka LWK CAP GAJAH* Selain membahagian jkeluarga besar, jangan lupa untuk berbagi kebahagian dengan tetangga dengan menyajikan beberapa sajian yang sudah Anda buat. Agar lebih praktis, gunakanlah kertas pembungkus sajian 1 Suro daripada piring atau mangkuk. Dalam hal ini, kertas pembungkus lebih praktis daripada piring ataupun mangkok. Dengan kertas pembungkus, resiko piring pecah hingga kebersihannya akan lebih terjaga daripada piring dan mangkuk. Meskipun demikian, berhati-hatilah dalam memiliki kertas pembungkus sajian 1 Suro. Pastikan merek yang Anda pilih sudah terjamin kebersihannya dan tidak merussak lingkungan. Oleh karena itu merek yang kami rekomendasikan adalah kertas bungkus Cap Gajah. Laminated Wrapping Kraft (LWK) Cap Gajah adalah kertas pembusngkus sajian 1 suro yang kami maksud. Sudah Food Grade, Halal, dan 100% ramah lingkungan jadi menguntungkan Anda saat dipakai membungkus makanan di acara besar ini. Selain untuk membungkus, kertas pembungkus ini juga bisa dijadikan sebagai pengganti daun pisang. Biasanya daun pisang digunakan untuk alas piring saat menghidangkan aneka bubur di atas. Jika tak ada waktu untuk membelinya, kami sarankan untuk menndapatkannya di tempat pembelian resmi kami. Klik tulisan biru ini untuk langsung mengunjunginya: Gunakalah lertas pembungkus coklat cap gajah untuk hasil yang terbaik. Milikilah kertas pembungkus tersebut di tempat terpercaya kami. Buatlah momen ini semakin semarak dengan berbagi sajian 1 suro yang nikmat. Agar keberkahan selalu menanti Anda atas kebaikan tersebut. Dengan menggunakan kertas bungkus nasi Gajah, Anda pun telah melakukan kebaikan dengan menggunakan barang yang ramah lingkungan. Refrensi:1. Aneka Bubur untuk Sajian 1 Suro
2. Kue Apem
3. Nasi Tumpeng
4. Ayam Ingkung
Kertas Pembungkus Sajian 1 Suro
Berbagi Semarak Kebahagiaan 1 Suro dengan Membungkus Sajian Pakai Cap Gajah
Rate this article :
PT Suparma, Tbk is a leading paper manufacturer company which focused in providing reliable and high quality paper.
© 2025 PT Suparma, Tbk. All Rights Reserved. | Privacy Policy | Site Map | Disclaimer